Kamis, 19 April 2012

Sejarah Singkat Bandara Internasional Hasanuddin Makassar


Sebelum jatuh ke tangan VOC, Makasar sudah berkembang menjadi kota niaga yang maju di dunia dan termasuk kota terbesar ke-20 di dunia. Jumlah penduduknya pun sangat padat. Yakni lebih dari 100 ribu jiwa, melebihi jumlah penduduk kota  Amsterdam. Begitu Makasar dikuasai VOC, Bandar Makasar akhirnya ditutup dari perdagangan asing. Akhirnya para pedangan yang biasanya melakukan aktifitas perdangan di Bandar Makasar akhirnya berpindah ke pelabuhan lainnya. Itulah awal titik kemunduran kota Makasar.
Kondisi ini mulai berubah ketika pemerintah kolonial Hindia Belanda menggantikan kedudukan VOC. Makasar perlahan bisa bangkit dari keterpurukannya. Begitu Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya, Makasar dijadikan sebagai ibu kota propinsi Sulawesi Selatan. Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, nama Makasar sempat dirubah menjadi Ujung Pandang. Namun kemudian kembali berganti menjadi Makasar.
Makasar memiliki sebuah bandar udara internasional, yakni Bandara Internasional Hasanuddin (UPG) yang terletak 30 km dari kota Makasar. Bandara ini pada awalnya dibangun oleh pemerintahan Belanda pada tahun 1935 dengan menggunakan nama Lapangan Terbang Kadieng. Pada masa itu konstruksi lapangannya masih berupa rumput. Baru pada tahun 1937 bandara ini resmi digunakan untuk penerbangan komersil. Penerbangan perdana dilakukan oleh pesawat jenis Douglas D2/F6 dengan rute penerbangan Surabaya-Makasar.
Begitu Jepang berkuasa,Lapangan Terbang Kadieng berganti nama menjadi Lapangan Terbang Mandai. Konstruksi lapangan pun diperbaiki dengan menggantinya dengan konstruksi beton. Setelah pemerintah Sekutu mengambil alih, dibangunlah landasan baru dengan konstruksi onderlaag.

Setelah Indonesia merdeka, pengelolaan bandara ini diserahkan kepada PT. Angkasapura I. Meskipun sebagai bandara internasional, Bandara Hasanuddin sempat tidak terdapat rute penerbangan internasional sama sekali dalam kurun waktu tahun 2006-2008. Khususnya ketika maskapai Garuda Indonesia mengalami kerugian finansial. Kemudian disusul Malaysia Airlines yang juga menutup rute penerbangan internasionalnya ke Bandara Hasanuddin. Baru kemudian pada tanggal 25 Juli 2008 rute penerbangan internasional dibuka kembali ketika Air Asia mulai melayani rute penerbangan Makasar-Kuala Lumpur.

Selasa, 17 April 2012

Indonesia "BANJIR" Janji !!

Pemilihan Umum adalah Pesta Rakyat bertajuk "Demokrasi" yang mulai diterapkan di Indonesia mulai tahun 2004 (kalau tidak salah) silam. Dimana rakyat diberi kewenangan untuk memilih pemimpin Negara dan wakil mereka di Parlemen untuk menampung aspirasi masyarakat luas. Pesta Demokrasi itu diadakan 5 tahun sekali sebagaimana yang telah tertera dalam Undang-Undang Pemilihan Umum !!

Sebelum pemilu diadakan, para calon diberikan waktu untuk berkampanye, memperkenalkan diri kepada masyarakat, mensosialisasikan program-program mereka ketika mereka terpilih. Tetapi yang menjadi "penyakit" di diri para calon yang akan dipilih ialah Janji-Janji yang tak henti-hentinya berhenti keluar dari bibir mulut mereka. Ditambah lagi pembuatan spanduk dan baliho yang memuat Janji-Janji mereka yang belum tentu akan mereka tepati. Ini;ah yang membuat Indonesia "Banjir" akan janji-janji manis para calon di Pemilu.

Selain "penyakit" janji diatas, "penyakit" lain yang dimiliki mereka yang mencalonkan diri (terutama Calon Anggota Legislatif) ialah LUPA kepada RAKYAT dan Janji-Janji yang mereka umbar-umbar ketika telah terpilih. Ini yang membuat masyarakat kehilangan Kepercayaan oleh Pemerintah Pusat saat ini. Ada penelitian yang menyatakan bahwa Pemilu 2014 nanti Golongan Putih (GOLPUT) akan meningkat seiring dengan minimnya bukti yang diperlihatkan dari janji yang mereka berikan kepada rakyat.

Seharusnya, Para pejabat negara kita menginstrospeksi diri, bahwa apa yang telah mereka lakukan telah keluar dari koridor membela rakyat dan lebih mementingkan kepentingan golongan tertentu. Inilah kekurangan dari sistem POLITIK kita, dimana orang banyak dikorbankan demi kepentingan golongan tertentu.

Yang menjadi poin penting adalah, bagaimana para calon pemimpin dan wakil rakyat bisa "menyumbat" mulut mereka dari janji-janji yang belum pasti, tapi bisa "membuka" tangan mereka untuk bekerja dan memberi bukti real kepada masyarakat banyak. Sosok inilah yang sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia saat ini, "Talk Less Do More" !!

Semoga Pemilu 2014 nanti, Indonesia memiliki Sosok Pemimpin yang mengedepankan BEKERJA daripada BERBICARA...

Senin, 16 April 2012

Membela Rakyat atau Kepentingan PARTAI ??


Sungguh ironis, para wakil rakyat bukannya berdiskusi agar kenaikan harga BBM tidak terjadi karena mempertimbangkan kesengsaraan yang didapat rakyat, tapi malah saling adu pendapat dan terkesan lebih mengutamakan kepentingan partainya atau keuntungan partai-partai tertentu, seperti pernyataan Bapak Ulil di atas. Lalu, ketika kenaikan harga BBM ini memang menguntungkan semua partai, keuntungan apa yang didapat oleh rakyat ini?
Tak ada, sedikitpun kenaikan BBM ini tidak menimbulkan manfaat kepada rakyat Indonesia. Kehidupan mereka akan semakin sulit karena kenaikan harga BBM ini berbanding lurus dengan kenaikan harga-harga lainnya, termasuk kebutuhan pokok. Apalagi kenaikan BBM tidak diiringi dengan kenaikan gaji. Maka, tak dapat dipungkuri lagi, akan semakin banyak rakyat kecil yang terpuruk ke dalam jurang kemiskinan.
Beginilah kenyataan di negeri ini, wakil rakyat membuat kebijakan, rakyat dikorbankan. Berbeda dengan kehidupan 13 abad yang lalu, dimana rakyatnya hidup makmur dan sejahtera. Kekayaan alam yang berlimpah diolah negara dan diberikan kepada rakyatnya secara cuma-cuma, termasuk minyak bumi. Ketika seeorang diangkat menjadi wakil rakyat, dia tidak lagi berbicara tentang kepentingan pribadi atau kelompok yang mengusungnya, tetapi dia berbicara tentang kepentingan rakyatnya, sehingga tidak ada saling caci atau saling menjatuhkan antar wakil rakyat. Semua ini terlaksana ketika syaria’at Islam menjadi hukum negara dan khilafah sebagai sistem pemerintahannya.

Cara Mudah Membeli Tiket Pesawat

Anda ingin ke luar kota ? Butuh tiket pesawat ? Tapi gak mau repot-repot keluar membeli di travel ? Disini Solusinya.

Memperkenalkan MOBILE TRAVEL, sebuah usaha penjualan tiket online tanpa perlu datang ke lokasi. Anda cukup mengirimkan pesan singkat, maka pesanan tiket Anda akan segera di proses.

Ketik : Booking (spasi) Nama (spasi) Nama Pesawat (spasi) Tujuan (spasi) Tanggal berangkat.

Contoh : Booking Mahmud Garuda Jakarta-Surabaya 20 April 2012 


Kirim ke 085656722403 


Setelah menerima pesanan tiket Anda, maka akan ada balasan konfirmasi mengenai nomer booking, timelimit pembayaran tiket, harga tiket, serta nomer rekening untuk melakukan pembayaran. (Pembayaran TUNAI hanya bisa dilakukan jam 8.00 - 13.30)

Setelah melakukan pembayaran, harap segera konfirmasi ke kami, dan kami akan mengirimkan balasan bahwa tiket Anda sudah siap dicetak. Pengiriman tiket dilakukan melalui e-mail.

Fenomena "wakil rakyat" yang GILA menghabiskan uang Rakyat

WAKIL RAKYAT kita sudah tidak berpihak pada aspirasi masyarakat. Mereka lebih mementingkan diri mereka daripada memusingkan pikiran mereka terhadap kesengsaraan Rakyat. Bagaimana tidak, masih banyak rakyat yang membutuhkan uluran tangan dari pemerintah, membutuhkan sarana sosial, prasarana yang memadai, tapi mereka semua lebih memilih menghabiskan uang rakyat untuk kepentingan pribadi mereka.

CONTOHnya saja, rencana awal Anggota Dewan untuk membangun Gedung DPR yang baru senilai 1,1 Triliyun dengan fasilitas mewah, disusul rencana perbaikan toilet di gedung DPR yang menelan angka miliaran rupiah, dan yang terbaru anggaran untuk rehabilitasi rumah jabatan anggota dewan. Apakah semua rencana ini bisa membantu rakyat miskin di negara ini ? TIDAK. Semua rencana itu hanya akan menghabiskan uang rakyat dan sama sekali tidak menolong.

Padahal, ada rencana yang lebih bisa menolong rakyat kecil. Seperti halnya pembangunan jembatan di daerah terisolasi, pembangunan gedung sekolah untuk mengganti bangunan tua yang sudah rapuh, memberikan beasiswa kepada rakyat kecil yang kurang mampu, dan banyak hal lain yang lebih bermanfaat yang bisa "anggota dewan" lakukan demi kepentingan rakyat. Bukan memikirkan kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

"wakil rakyat seharusnya merakyat" kata Iwan Fals dalam lagunya !

Share It